Minggu, 08 April 2012

AMSA FK Unsri, Selenggarakan Sosilisasi di 25 Sekolah Dasar




GS. Palembang, dalam rangka memperingati Post Conference Project 25th East Asean Medical Students’ Conference 2012, AMSA Fakultas Kedokteran Unsri di bawah naungan BEM FK UNSRI  mengadakan Acara “Sosialisasi Cuci Tangan dan Kebersihan Lingkungan”. Acara yang bertemakan Our Hands, Our Environment – Get Clean! Get Healthy! berlangsung dengan sukses. Sasaran utama acara ini yakni anak-anak SD karena anak-anak SD belum mendapatkan pengetahuan dan ilmu yang banyak mengenai kesehatan terutama kebersihan tangan dan lingkungan. Anak-anak SD cenderung kurang memperhatikan kesehatan mereka. Seperti jajan sembarangan, sebelum makan tidak mencuci tangan dan membuang sampah sembarangan. Hal ini sering dianggap sepele namun pada dasarnya ini merupakan hal serius. Jika tidak di cegah akan menimbulkan banyak penyakit dan menjadi sumber penyakit.

Acara yang dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2012 lalu ini bertujuan menumbuhkan kesadaran pentingnya cuci tangan dan menjaga kesehatan ligkungan sejak dini. Bukan hanya untuk anak SD, acara ini juga mengajak semua mahasiswa terutama mahasiswa Fakultas Kedokteran untuk berperan aktif menjaga lingkungan. Kegiatan ini berlangsung di 25 SD Se-Kota Palembang. Dimana tiap sekolah terdapat kurang lebih 200 siswa. Mereka diajarkan mulai dari hal-hal terkecil seperti mengajarkan langkah – langkah mencuci tangan yang benar  yakni mencuci di sela-sela jari yang merupakan tempat berkembangnya flora normal bagi bakteri dan virus. Serta memperkenalkan sampah-sampah Organik dan Non Organik sehingga sampah bisa di daur ulang kembali menjadi pupuk. 

“Jika siswa-siswa SD sudah mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan maka diharapkan kebersihan dan kesehatan masyarakat kota palembang bisa lebih ditingkatkan.” Ujar Wira Dharma.

Ketua pelaksana acara ini yakni Wira Dharma Utama dari Pendidikan Dokter Umum FK Unsri menyampaikan rasa sangat bangga, sukses dan bersyukur atas berjalan dengan kegiatan ini dengan baik meskipun masih banyak kekurangan disana-sini. akan tetapi secara keseluruhan acara yang dilaksanakan ini berjalan dengan sangat baik dan penuh dengan apresiasi siswa-siswa SD yang ada dikota palembang ini.

Sosialisasi mencuci tangan bersih ini diadakan secara serentak di 25 SD di kota Palembang. Panitia kegiatan ini di bagi menjadi 25 kelompok yang berbeda. Secara keseluruhan, apresiasi yang diberikan oleh guru-guru sekolah dasar tersebut dan juga siswa-siswa sangatlah baik. Hal itu tercermin dari seriusnya siswa-siswa SD mendengarkan serta guru-guru dan Kepala Sekolah yang berkenan memberikan kesempatan kepada para mahasiswa FK untuk mengajarkan pola hidup bersih sejak dini.

Afif yang juga merupakan salah satu pengurus AMSA yang ikut turun langsung kejalan menyampaikan rasa bangga dan syukur karena telah dapat berbagi ilmu dengan para siswa-siswa dan juga pelajar di kota palembang ini. Ia pun berharap untuk terus diadakan sosialisasi ini, mengingat kebersihan merupakan bagian penting dalam hidup. (Adis)
Baca Selanjutnya »»  

Jumat, 06 April 2012

KSU U-READ Komunitas Mahasiswa Unsri Berbasis Research



GS. Komunitas Studi Universitas, Unsri Riset dan Edukasi Universitas Sriwijaya (KSU U-READ) Unsri hadir sebagai komunitas baru di lingkungan kampus Unsri yang berbasis reseach. Komunitas yang diketuai oleh Dwi Wahyuno (Pertanian 2009) yang terbentuk pada September 2011 yang lalu ini mengajak anggotanya untuk berorganisasi dalam bentuk organisasi keilmiahan. Tujuan utama dari KSU U-READ ini adalah bagaimana menciptakan keadaan akademik yang konduktif terutama dalam bidang tulis menulis. Selain itu KSU U-READ mencoba untuk mengembangkan kegiatan ilmiah di kampus dan mengoptimalkan potensi mahasiswa dibidang keilmiahan serta melibatkan mahasiswa dalam menunjang Universitas Sriwijaya sebagai Research University.

“Untuk menunjang Research University tidak hanya dosen, peneliti tapi mahasiswa kita libatkan dalam hal ini” Ujar Agus Chandra (T. kimia 2010) Selaku sekretaris KSU U-READ ketika ditemui di depan mushola pertanian, Rabu (04/04) siang lalu.
Agus menambahkan terbentuknya KSU U-READ Unsri ini awalnya melihat potensi-potensi mahasiswa. Unsri yang sering menang dalam karya tulis namun di kampus Unsri sendiri tidak ada organisasi yang mewadahi.

KSU U-READ sendiri sudah memulai membuka Open Recruitment sejak satu minggu yang lalu dan kini telah mendapatkan sekitar 80 peserta. Selanjutnya peserta yang telah terdaftar akan diseleksi lagi yaitu melalui tes tertulis dan wawancara.

Salah satu peserta yang mendaftar, Yuni (FKM 2010) mengaku mahasiswa harus memiliki pemikiran ilmiah dan komunitas KSU U-READ ini juga dapat menjadi wadah mahasiswa dalam mendukung Unsri sebagai Research University.
“Harus memiliki pemikiran ilmiah dan ini juga menjadi suatu wadah dalam bentuk tulisan untuk di reseach” ujarnya.(Dhn/Ads)
Baca Selanjutnya »»  

Kamis, 05 April 2012

Resensi: Membunuh Indonesia, konspirasi global Penghancuran Kretek


Judul: Membunuh Indonesia, konspirasi global Penghancuran Kretek
Penyususn: Abhisan DM, Hasriadi ary, Miranda Harlan
Penerbit: Katakata
Halaman: 157 Halaman
Terbit: Desember, 2011

Pendapatan negara dari cukai kretek selalu naik setiap tahunnya. Ironisnya, kampanye untuk memusuhi kretek kian gencar. Kemudian, berbagai peraturan diberlakukan agar ruang bagi penikmat kretek semakin sempit. Pertanyaan yang muncul, adakah agenda tersembunyi dari dinamika ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, buku ini mencoba membahas wilayah-wilayah yang memiliki kaitan dengan kretek. Dengan begitu akan tampak bagaimana letak strategis kretek terhadap budaya maupun ekonomi Indonesia, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.

Dari hasil pengamatan, ada sinyalemen kuat yang menunjukkan adanya usaha untuk melemahkan industri tembakau dan kretek Indonesia. Pertama-tama hal itu terlihat dari sejarah industri beberapa komoditi, seperti minyak kelapa, gula, garam, hingga jamu. Awalnya komoditi-komoditi tersebut memiliki makna ekonomis. Namun, karena kampanye global yang dilakukan oleh negara-negara maju, perlahan-lahan industri tersebut meredup. Menurunnya pendapatan negara, serta nasib pilu petani yang menjadi ujung tombak penghasil bahan baku, adalah kenyataan pahit yang harus ditelan.

Salah satu contoh yang disampaikan lewat buku ini adalah kampanye untuk memperburuk citra minyak kelapa di Amerika Serikat. Hal ini terus menyebar ke seluruh dunia. Akhirnya tumbuh keyakinan bahwa minyak kelapa asal Indonesia berbahaya bagi kesehatan. Hal yang sama terjadi juga dengan industri kretek. Lembaga dunia yang paling gencar mengampanyekan anti tembakau adalah WHO (World Health Organization). Namun belakangan diketahui, kampanye tersebut didukung oleh perusahaan yang memroduksi obat-obatan penghenti kebiasaan merokok (hal. 109).

Sinyalemen berikutnya adalah, hadirnya regulasi anti-tembakau seperti Udang-undang Kontrol Tembakau di Amerika Serikat, yang melarang penjualan rokok yang mengandung zat adiktif seperti cengkeh. Anehnya, regulasi ini tidak menyentuh produksi dan peredaran rokok mentol yang diproduksi di Amerika Serikat. Untuk membatasi impor tembakau ke dalam negeri, Amerika Serikat juga membebani bea masuk yang sangat tinggi bagi produk tembakau. Bahkan kretek pun dilarang masuk, termasuk dari Indonesia. Sementara itu, perusahaan rokok terbesar di negeri itu, melebarkan sayapnya di luar negeri dengan mencaplok perusahaan rokok di puluhan negara. Ini adalah cara untuk melindungi industri tembakau dalam negeri Amerika Serikat.

Lebih jauh, kelompok-kelompok yang didanai korporasi multinasional ikut membatasi petani untuk menanam tembakau. Alhasil, Indonesia tidak kuasa membatasi impor tembakau. Sekali lagi, ini memperlihatkan bahwa negara-negara maju memang memiliki kepentingan dengan industri tembakau. Muaranya, industri kretek dalam negeri mengalami ancaman. Ini tidak hanya akan memengaruhi pendapatan dari cukai rokok, melainkan juga meningkatnya jumlah pengangguran. Pasalnya, industri kretek adalah salah satu industri yang banyak menyerap tenaga kerja. Jika hal ini tidak ditanggapi secara serius, industri kretek nasional yang pernah mengalami masa keemasan, akan bernasib sama dengan industri lain yang kini hanya menyisakan jejak kecil. Itu sebabnya lembaga dan otoritas terkait perlu melakukan sesuatu untuk mencegahnya.(dta)

Baca Selanjutnya »»  

Aksi Pencurian di Musholla Pertanian, Kerugian ditaksir lebih dari Jutaan Rupiah


GS-Kamis (5/4/), fakultas Pertanian dikejutkan dengan aksi pencurian kembali. Kali ini aksi pencurian terjadi pada waktu Dzuhur ketika mahasiswa sedang sholat di musholla Ulil Albab Pertanian. Tas salah satu mahasiswa yang berinisial ES hilang pada waktu shalat. Berdasarkan keterangan saksi, diduga pelaku sudah mengincar tas ES dan disadari tas ES telah hilang pada pukul 14.00 WIB.

“saya dapat informasi dari rekan Badan Eksekutif Mahasiswa yang di telepon pegawai SPBU palem raya menemukan barang-barang berupa buku dan Al-Quran di daerah dekat simpang pom bensin yang katanya milik barang saya” ujar ES.

Barang yang di ambil pelaku berupa tas, laptop, 2 buah handphone, serta uang 300.000 rupiah sehingga ditaksir mencapai kerugian jutaan rupiah. Aksi pencurian di musholla bukan hal pertama kalinya. Pada dua tahun lalu tas mahasiswa juga diobrak-abrik pencuri yang mengambil dompet salah satu mahasiswa.
Rizki aet 09 salah satu rekan korban mengimbau kepada teman mahasiswa agar dari kejadian ini  dapat memberi pelajaran bagi mahasiswa untuk lebih waspada kembali terhadap barang-barang berharga agar tidak mengundang pencurian .(arf)
Baca Selanjutnya »»  

Galeri Foto Aksi Mahasiswa Unsri Tolak Kenaikan BBM

GS. Berikut adalah foto-foto aksi mahasiswa Universitas Sriwijaya bersama mahasiswa dari berbagai universitas lainnya yang berada di Sumatera Selatan menolak kenaikan harga BBM pada Kamis, 29 Maret 2012 yang lalu di depan gedung DPRD Sumatera Selatan.

Foto by. Teddy GS





















Baca Selanjutnya »»  

Langit-langit Gedung Perpustakaan Bocor


GS. Kamis (5/6), Sejak beberapa hari yang lalu langit-langit bagian luar sayap kanan gedung perpustakaan Unsri tepatnya di sebelah ruang BEMU rusak dan menagalami kebocoran. Akibatnya banyak air dari atas yang jatuh ke lantai. Air yang diduga dari saluran pendingin udara (AC) tersebut membasahi lantai. Bahkan  beberapa hari yang lalu, air tersebut menetes seperti air hujan. Hal ini tentu sangat menganggu para mahasiswa yang ingin menuju ke perpustakaan.
Hari ini terlihat adanya sedikit perbaikan dan terkadang air dari langit-langit tersebut tidak menetes. Hanya saja masih ada seperangkat besi penyangga bangunan yang dirangkai yang diletakkan dibawah langit-langit tersebut dan sedikit menggangu.  Hal kecil seperti ini tentu harus di perhatikan, sebab gedung utama perpusatakaan ini masih sangat aktif digunakan sehingga pengunjung perpustakaan tidak terganggu dengan hal seperti ini. (Ddk) 
Baca Selanjutnya »»  

Kurangnya Penjagaan Keamanan Kampus PGSD UNSRI Palembang



GS. Aksi Pencurian kendaraan bermotor kian marak terjadi di Universitas Sriwijaya, bukan hanya di kampus Indralaya tapi juga kerap terjadi di kampus Palembang. Pada Senin (26/3) yang lalu sekitar pukul 14.00, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Prodi PGSD dikejutkan dengan hilangnya motor Jupiter MX dengan nomor polisi BG 4133 ZE milik Pak Sis seorang guru kualifikasi prodi pendidikan jasmani dan olah raga.

 “motor saya parkir di halaman depan kampus seperti biasa, usai kuliah begitu terkejutnya melihat motor tidak ada di tempat saya memarkirkannya, motor saya kunci stang tapi tidak ditambah dengan kunci pengaman seperti gembok” ungkap Pak Sis.

Kelalaian korban tidak menambahkan kunci pengaman menjadi salah satu faktor penyebab kejadian tersebut, tapi tidak dapat dipungkiri kurangnya pengamanan di kampus fakultas kegurun ilmu pendidikan prodi PGSD memang dirasa kurang maksimal. Terdapat pos pengamanan yang terletak di halaman depan, akan tetapi tidak ada seorang pun berseragam layaknya satpam menjaga keamanan di lingkungan kampus. Orang luar selain civitas akademika dengan bebas keluar masuk wilayah dalam kampus. Kurangnya penjagaan seperti ini yang mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan seperti yang dialami Pak Sis terjadi. Setelah kejadian ini tak sedikit mahasiswa ketakutan memakirkan kendaraanya di halaman depan kampus, pihak kampus hendaknya menindaklanjuti dan mengantisispasi kejadian seperti ini agar tidak terulang lagi. (tdy)
Baca Selanjutnya »»