Selasa, 03 Januari 2012

Kerusakan Listrik, Mahasiswi Rusunawa Kerepotan

            GS. Senin (02/01/2012) Malam dini hari Rusunawa gedung B mahasiswi Unsri gelap dikarenakan kerusakan pada kabel listrik. Kepadaman listrik gedung rusun mahasiswi terjadi pada pagi hari. Selain gedung B rusun mahasiswi padam kantin rusunawa pun ikut padam sehingga kantin kesulitan dalam pendinginan bahan makanan. Pihak rektorat bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini. Pihak rektorat sedang melakukan pencarian alat dan bahan untuk memperbaiki listrik secepatnya sehingga membutuhkan waktu dalam pengerjaannya.
            Seiring dengan perbaikan listrik Rusunawa mahasiswi-mahasiswi banyak yang duduk di bawah gedung A Mahasiswa yang sedang belajar dan mengerjakan tugas akademik selain itu juga sulit dalam kegiatan sehari-hari seperti charge handphone, charge lampu emergency, dan lain-lain. Elta mahasiswi FKIP BK 09 menuturkan “Padamnya lampu terjadi karena kerusakan listrik sehingga susah untuk mahasiswi seperti kami untuk mengerjakan tugas yang sedang menumpuk”. Pungkasnya. (arif)
Baca Selanjutnya »»  

Grand Opening Sriwijaya Book Fair Universitas Sriwijaya



            GS. Senin pagi (02/01), UKM  Wahana Dakwah Islamiyah  (NADWAH) melakukan grand opening Sriwijaya Book Fair yang diadakan di Auditorium Universitas Sriwijaya. Acara ini  merupakan  sebuah acara besar se-Sumatera Selatan yang berupa bazar buku yang beraneka ragam dengan harga murah seperti buku kuliah, novel, religi, dan lain-lain. Tujuan acara ini diadakan agar dapat membantu mahasiswa mencari referensi dan buku untuk menunjang perkuliahan dan pengetahuan mahasiswa dengan harga yang ekonomis.
            Acara ini dimonitori oleh  bagian Event Orginazer Nadwah Taufik yang  bekerja sama dengan pihak Unsri dan Agency Book Yogyakarta yang dikepalai oleh Bapak Yusuf. Ageny Book Yogyakarta sebelumnya pernah melakukan acara serupa di provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Lampung. Dalam Opening Sriwijaya Book Fair Nadwah mengundang pihak rektorat  yang diwakili oleh Bapak Bahar Kasubag Kemahasiswaan, Bapak Drs H Cik Zen Msi Kabiro Administrasi dan Kemahasiswaan, dan Bapak Sarnubi Kasubag MPIK. Ibu Rektor dan Pembantu Rektor III tidak dapat menghadiri karena ada kegiatan di Jakarta serta Pembantu Rektor I tidak dapat hadir karena ada kegiatan di Palembang.
            Grand Opening Sriwijaya Book Fair dibuka secara simbolis dengan ditandai pemotongan pita oleh Bapak Drs H Cik Zen Msi. Bapak Cik Zen menuturkan bahwa pihak rektorat mendukung penuh acara ini.

“ini merupakan acara besar yang diadakan di Universitas Sriwijaya, untuk itu kami sangat mendukung pelaksanaannya karena bermanfaat bagi seluruh kalangan Universitas Sriwijaya, acara ini juga dapata menjadi terobosan terbaru kita”. Tutur beliau.
            Suasana acara tersebut di hari  pertama masih terlihat sepi karena masih memasuki hari tenang dan juga belum tertata rapih. Harga buku berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 100.000. Pihak Agency Yogyakarta menjual 10 juta buku lama dari 300 penerbit. Acara tersebut berlangsung mulai tanggal 2 hingga 7 Januari 2012.
            Salah satu pengunjung, Umi Qona’ah Agroekoteknologi 09 saat kami wawancarai  berkomentar “Acara ini bagus dan juga terbesar se-Sumsel tetapi masih terlihat sepi mungkin kurangnya publikasi  kepada mahasiswa bahwa ada acara bazar buku yang merupakan kebutuhan untuk mahasiswa” ujarnya.(arif)


Galeri foto : Arif Budiman (GS doc)






Baca Selanjutnya »»  

Mahasiswa Keluhkan Keterbatasan Bensin

            GS. Senin (02/01) Kelangkaan Bensin dibeberapa tempat terutama di Inderalaya sudah dirasakan sejak tanggal 21 Desember 2011 lalu. Hal ini sudah banyak dikeluhkan mahasiswa yang tinggal di Inderalaya serta masyarakat sekalipun. Keterbatasan Bensin di Inderalaya dilatarbelakangi macet yang berkepanjangan sewaktu-waktu dan juga penyebrangan pembawa bahan bakar bensin dan solar yang sulit akibat gelombang yang sedang pasang dan iklim yang tidak bersahabat. Untuk medapatkan bensin banyak mahasiswa serta masyarakat yang mengantri dari pagi hari dan membuat barisan hampir lebih dari dua barisan. Selain itu  masalah ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai peluang bisnis.
            Banyak masyarakat setempat yang membawa drigen bensin dan dijual eceran dengan harga bervariasi dari harga Rp 5.500 sampai Rp 7000. Untuk kalangan mahasiswa rantau untuk membeli bensin susah karena keuangan yang pas mahasiswa diwajibkan untuk membeli bensin secara penuh sebagai stok agar tidak habis. Selain itu dapat disolusikan untuk mahasiswa dapat berkuliah dengan berjalan kaki, ataupun menggunakan angkutan desa dan bersepeda untuk menghemat pembelian bensin dan juga menyehatkan untuk tubuh dan lingkungan.Sehingga masalah ini dapat teratasi walau dengan kegiatan kecil sekali pun terutama di kalangan mahasiswa.(arif)
Baca Selanjutnya »»  

Sabtu, 24 Desember 2011

PPLH Universitas Sriwijaya Ikut Serta Bulan Tanam Nasional

             GS. Rabu (21/12) Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Sriwijaya mengadakan kerja sama dengan KDO PERTAMINA dan FSE ( Formasi Sumber Energi ) dalam acara Bulan Menanam Nasional. Dalam acara tersebut, pihak PPLH diwakili oleh salah satu dosen pertanian Prof.Dr.Ir.Erizal serta beberapa mahasiswa fakultas pertanian jurusan Agroekoteknologi.
            Acara ini merupakan kegiatan menanam 250 pohon di lokasi pertambangan minyak bumi di daerah Payaraman kecamatan Tanjung Batu. Untuk sampai ke lokasi kegiatan, perjalan yang ditempuh cukup susah karena kendala jalan yang masih belum diaspal. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan agar lingkungan tetap seimbang walau manusia melakukan kegiatan pertambangan dan pertanian, karena banyak sekali dampak yang ditimbulkan seperti kebakaran lahan, banjir, longsor, erosi, dan lainnya apabila tidak memerhatikan lingkungan sekitar.
            Saat diwawancarai, Arif salah satu mahasiswa Agroekoteknologi 2009 mengaku antusias dalam mengikuti acara ini.
 “Mahasiswa unsri mendukung penuh sekali acara ini karena hal kecil yang kita lakukan dapat memberi manfaat besar bagi kehidupan makhluk hidup”.
Selain mahasiswa mendukung penuh acara tersebut warga setempat pun ikut antusias mengikuti acara menanam pohon.
”Saya mengucapkan banyak terima kasih atas keikutsertaan acara ini dan sebagai perwakilan warga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya“ ujar kades setempat.(rif)


foto bersama para peserta Bulan Tanam Nasional
Baca Selanjutnya »»  

Pengemis Masuk Kampus , Keamanan Kampus Dipertanyakan ?

            GS. Jum’at (23/12) siang, Universitas Sriwijaya telah dimasuki pengemis yang berkeliaran disekitar ruang kuliah zona C fakultas pertanian. Pengemis tersebut berkeliling dari kelas ke kelas meminta-minta uang dengan mahasiswa disana.
            Saat ditanyai mengapa pengemis itu masuk kampus ia hanya menjawab “untuk mencari makan” ujar pengemis tersebut. Padahal mengemis perbuatan yang tidak baik kecuali benar-benar orang tersebut sudah tidak mempunyai daya dan upaya dalam kehidupannya mencari nafkah untuk hidup.
            Peristiwa masuknya pengemis ke kampus menjadi pertanyaan besar mengapa kampus yang mempunyai aturan dan sistem keamanan yang sedemikian rupa tersusun dapat lalai mengendalikan orang asing berkeliaran di area kampus. Padahal pengemis dan orang asing di larang masuk kecuali ada izin dari petugas keamanan. Hal ini dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar mahasiswa dan juga mencemari lingkungan kampus karena kampus merupakan tempat untuk mencari ilmu.(arif)
Baca Selanjutnya »»  

Kamis, 22 Desember 2011

Prof. Badia Perizade : “Ini Pengalaman Pertama Saya Naik Kereta Menuju Kampus”

Prof. Badia Perizade saat menunjukkan tiket kereta bersama salah seorang wisudawati dan wali mahasiswa di ruang tunggu stasiun Kertapati



           GS. Kemacetan total yang terjadi di sepanjang jl. Raya Palembang-Prabumulih pada Kamis (22/12) pagi membuat rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Badia Perizade MBA beserta para jajarannya menggunakan alat transportasi alternatif Kereta Api menuju kampus Indralaya. Hal ini dilakukan untuk efisiensi waktu karena beliau akan menghadiri wisuda ke-101 Universitas Sriwijaya di kampus Indralaya
            Saat diwawancarai, beliau menuturkan bahwa hal ini telah dikoordinasikan dengan pihak dishub agar dapat mengangkut seluruh penumpang yang terjebak macet menuju indralaya.
“Tadi pagi saya mendapat info bahwa jalan menuju indralaya macet total karena adanya truk batubara yang terbalik. Untuk itu saya meminta ibu Dewi (salah satu staf unsri.red) untuk berkoordinasi dengan Dishub agar menyediakan kereta tambahan menuju kampus indralaya, supaya dapat mengangkut para mahasiswa, serta para jajaran Unsri dan wisudawan yang akan menghadiri acara wisuda ke-101 Universitas Sriwijaya.” Tutur beliau.
            Dishub Kota Palembang, Bapak Nilwan menjelaskan bahwa jumlah gerbong yang diberangakatkan menuju indralaya telah ditambah sebanyak 8 buah, sehingga seluruhnya berjumlah 10 gerbong.
“Kami telah mempersiapkan 10 gerbong pada hari ini, lebih banyak 8 gerbong dari pada hari-hari biasa. Gerbong tersebut terdiri dari 7 gerbong Bisnis, 1 Ekonomi, dan 2 Seruni.”
            Ada hal yang menarik didalam kereta yang diberangkatkan dari stasiun Kertapati pada pukul 9.45 wib tersebut. Saat wartawan Gelora Sriwijaya berkesempatan berbincang dengan ibu rektor selama perjalanan menuju kampus Indralaya, beliau mengungkapkan bahwa ini adalah perjalanan pertamanya menuju kampus dengan menggunakan kereta.
“Wah, ini pengalaman pertama saya naik kereta api menuju kampus. Dan saya juga mau dong menikmati angin sepoi-sepoi dari dalam kereta.” Tutur beliau sambil bercanda bersama wartawan GS.
            Perjalanan selama 30 menit tersebut juga sempat dimanfaatkan oleh salah seorang dosen FKIP Biologi, Ibu Tasmania Puspita untuk berpantun kepada rektor dan jajarannya.
“22 Desember hari ibu, naik kereta ke Indralaya. Jika Unsri ingin maju, Kereta langsung ke kampus kita.” Begitulah isinya.
Spontan ibu Badia beserta para penumpang lainnya memberikan tepuk tangan meriah setelah Ibu Tasmania membacakan pantunnya.
            Ketika disinggung soal jadwal dimulainya acara wisuda yang tertunda akibat macet, Ibu Badia menjelaskan bahwa wisuda akan tetap dilaksanakan dan akan dimulai ketika beliau tiba di kampus nanti.
        Kereta tersebut tiba di stasiun Indralaya pada pukul 10.15 wib dan Rektor beserta para jajarannya langsung menuju auditorium Unsri untuk memulai acara wisuda.(hdi)

GALERI FOTO
BY : hadi (GS.doc)

Rektor Unsri beserta para jajarannya saat akan memasuki Kereta tujuan Indralaya


Suasana saat para penumpang memasuki gerbong-gerbong kereta


Prof. Badia Perizade sedang asik berbincang didalam kereta


Para jajaran Universitas Sriwijaya


Prof. Badia Perizade bersama Ibu Dewi, yang mengkoordinir kereta kepada Dishub

Baca Selanjutnya »»  

Palembang-Inderalaya Macet, Wisuda UNSRI ke-101 diundur


            (GS) Hari ini, 22 desember 2011 terjadi kemacetan yang luar biasa di jalan Palembang-Inderalaya. Kemacetan ini terjadi sejak dini hari, di sebabkan oleh adanya dump truk batu bara yang rusak, tepatnya di kawasan Karyajaya. Hingga siang hari kemacetan masih terjadi, kemacetan ini terjadi belasan kilometer jauhnya.
            Dari data yang di dapat dari sopir bus yang menuju inderalaya kemacetan ini dimulai dari Terminal Karyajaya hingga Indralaya, begitupun juga sebaliknya. Mereka mengeluhkan kondisi tersebut karena aktivitas mereka menjadi terganggu.
            Selain itu banyak sekali mahasiswa UNSRI yang tidak dapat kuliah dikarenakan macet yang sangat parah, banyak juga mahasiswa yang tidak mau meyerah dan tetap berusaha untuk pergi kekampus, melalui kendaraan aternatif yaitu kereta api. Mendadak stasiun kereta api kertapati pun dipenuhi mahasiswa.
            Tidak hanya mahasiswa Rektor UNSRI sekaligus Dekan-dekan UNSRI dan Dosen-dosen UNSRI pun memilih kereta api untuk bisa mengantarkan mereka ke kampus di Inderalaya.Di sana-sini pun terlihat banyak orang menggunakan pakaian searjana lengkap dengan Toganya. Ya, hari ini merupakan Hari wisuda UNSRI yang ke-101, banyak wisudawan-dan wisudawati yang ikut mengantri tiket kereta api, demi hari yang telah ditunggu-tunggu oleh mereka. Untunglah, Acara wisuda diundur, yang seharusnya mulai pukul 08.30, menjadi Pukul 11.00. (D.G)

foto : Didik Rahmad Amin
Baca Selanjutnya »»