Jumat, 02 Desember 2011

Dies Natalis Unsri Ke-51 Dalam Budaya Senyum dan Salam

Salah satu iklan budaya Senyum dan Salam Universitas Sriwijaya

Beberapa hari yang lalu tepatnya  Rabu, 30 November 2011 Unsri telah melaksanakan Dies Natalis yang ke-51 dalam rangka memperingati berdirinnya Universitas Sriwijaya yang diresmikan pada tanggal 3 November 1960. Acara ini berlangsung di gedung Auditorium Universitas Sriwijaya Indralaya dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 dan resmi di buka oleh Prof. Dr. Badia Perizade, MBA., selaku Rektor Universitas Sriwijaya serta turut dihadiri pula oleh wakil Gubernur Bapak Edi Yusuf. Para petinggi kampus dan dekan-dekan tiap fakultas pun tampak hadir, begitu juga para mahasiswa Universitas Sriwijaya yang tampak antusias menghadiri Dies Natalis.

Acara ini mengusung tema “Pengembangan Karakter Warga Universitas Sriwijaya Melalui Budaya Senyum dan Salam”. Selain mensosialisasikan gerakan pembudayaan Senyum dan Salam, agenda pada acara Dies Natalis kali ini juga turut mengadakan rapat senat terbuka dan Orasi Ilmiah yang tak kalah menarik dengan Tanri Abeng, MBA sebagai pembicaranya.
Pada Orasi ILmiah, bapak Tanri Abeng banyak membahas mengenai masalah kepemimpinan dalam memajukan sumber daya yang ada di Indonesia.
“Sesungguhnya tidak ada Negara yang miskin, namun yang ada adalah Negara yang salah kelola karena kepemimpinan yang tidak efektif.” Kata beliau.
 Beliau juga mengungkapkan bahwa salah satu cara agar dapat meningkatkan sumber daya di Indonesia adalah dengan membantu pemerintah dalam membangun sebuah institusi atau lembaga.
Orasi Ilmiah oleh Bapak Tanri Abeng, MBA kemudian diakhiri dengan penyerahan plakat dari Unsri oleh Prof. Dr. Badia Perizade, MBA. Lalu setelah itu, Rektor Universitas Sriwijaya membahas kembali mengenai perencanaan gerakan senyum dan salam. Beliau berharap agar segenap warga Unsri dapat mengembangkan karakternya terhadap satu sama lain dengan membudidayakan senyum dan salam. Dengan demikian akan tercipta suasana yang ramah terhadap satu sama lain.
Acara kemudian diakhiri dengan menyanyikan bersama lagu Padamu Negeri sebelum para undangan meninggalkan Auditorium Unsri menuju ke gedung Rektorat.(via)
Baca Selanjutnya »»  

Bangun Kebersamaan Lewat Manajemen Raya 2011

GS. "Bersama Membangun Kebersamaan". Itulah kalimat yang tengah didengungkan oleh Ikamma (Ikatan Mahasiswa Manajemen) Universitas Sriwijaya. Kalimat tersebut merupakan tajuk dari sebuah pagelaran teranyar yang dinamakan Manajemen Raya 2011.
     Acara yang merupakan proker tahunan ini sejatinya diadakan selama dua hari. Dikarenakan rangkaian kegiatan yang termasuk dalam event ini terdiri dari beberapa cabang, maka dilakukan penambahan hari. Adalah Kuliah Umum dan Forum Diskusi Manajemen yang dilaksanakan pada Selasa (29/11) di halaman sekretariat Ikamma di Unsri kampus Indralaya. Tidak tanggung-tanggung, demi mempererat ikatan keluarga antarmahasiswa Manajemen yang ada di Palembang, panitia juga mengundang beberapa perwakilan dari Universitas Indo Global Mandiri, Universitas Muhammadiyah Palembang, serta Universitas Bina Darma. Hal ini terbukti dengan hadirnya belasan mahasiswa Manajemen dari UIGM.
     Berikutnya ialah dari cabang kesenian. Hadirlah dua perlombaan yakni musik akustik dan masak-memasak pada Rabu (30/11). Dan olahraga menjadi cabang terakhir yang dipertandingkan pada kegiatan ini. Sebut saja lomba bola voli dan tarik tambang yang rencananya akan digeber pada Senin (5/12), sedangkan lomba futsal sintetis akan diadakan di luar area Universitas Sriwijaya.
     Sesuai dengan temanya, Manajemen Raya 2011 memang diselenggarakan untuk mempererat kebersamaan antarmahasiswa Manajemen Unsri serta mahasiswa Manajemen universitas lainnya di Palembang. Hal ini pun diungkapkan oleh sang Ketua Ikamma, Arwin Hartono. "Manajemen Raya 2011 merupakan bentuk pesta rakyat Manajemen yang diharapkan bisa menjadi sarana pengikat rasa kebersamaan dalam jurusan kita,"  jelasnya.  (rudy)
Baca Selanjutnya »»  

“Perjuangan Yang Membuahkan Hasil Manis”

Judul Buku             :Sarjana Muda Menantang Samudra  Kehidupan
Penerbit                : Ufuk Press
Penulis                   : Menur Widilaksmi & Gatotkoco Suroso
Ukuran                  : 14 x 20.5 cm
Jumlah Halaman     : 480 halaman
Tahun Terbit         : 2011
ISBN                    : 978-602-8801-86-7
Harga                    : Rp. 68.900

          Sarjana Muda Menantang Samudra Kehidupan adalah novel yang ditulis oleh dua penulis muda Indonesia.  Menur Widilaksmi,  perempuan 24 tahun yang sudah berhasil meraih gelar master dan profesi psikolog klilnis yang berkecimpung didalam komunitas penulis Hermes. Dan Gatotkoco Suraso, penulis yang selalu berkeinginan kuat untuk merevolusi perfilman Indonesia.
          Buku ini menceritakan sesosok pemuda bernama Langgeng. Pemuda yang hanya berbekal suatu tekad dan keresahan atas kemiskinan di tanah kelahirannya, Kedung Pring. Langgeng mempunyai mimpi dan cita-cita mulia didalam hatinya. Pemuda yang ingin membangun desanya dan memberikan kaedilan bagi tetangga serta keluargannya.  Ia sangat ingin mengubah kepercayaan bahwa orang kecil adalah orang yang pada akhirnya, terlalu sering kalah. Ia yakin, kemenangan pasti bisa diraih orang kecil yang sudah biasa merasakan kalah. Berjuang keras untuk melawan takdir yang ia derita. Demi mewujudkan impiannya, ia tak pernah putus asa dan selalu  bisa menyingkirkan halang rintang yang selalu menghampirinya. Setelah berjuang keras untuk mendapatkan gelar Sarjana. Ia pun mengambil keputusan untuk pergi ke Jakarta. Dengan semangat yang menggebu-gebu Langgeng berjanji begitu ia sukses, ia akan kembali ke desanya untuk membangun desa kedung pring.
          Namun Gegas senja di kota Jakarta ternyata amat berbeda dengan yang ada di Kedung Pring. Langgeng di tuntut untuk menjadi orang yang tak boleh tertinggal, terbentur, bahkan terjatuh di antara gedung pencakar langit yang menjulang. Setelah sekian bulan ia menjadi sarjana pengangguran di Jakarta, kini ia pun memetik hasil manis dari hasil perjuangannya selama ini. Ia memulai untuk membuka usaha restoran dengan menerapkan strategi yang unik, yaitu dengan mengkombinasikan bumbu-bumbu antar daerah. Dan mengikutsertakan restorannya dalam ajang kontes yang sangat membantu untuk mendongkrak citra restorannya tersebut. Karena usaha retorannya berkembang pesat maka Langgeng pun menyerahkan kendali restoran tersebut ke tangan teman-temanya semasa kuliah yang dengan sama-sama membangun restoran tersebut.
          Akhirnya Langgeng pun kembali ke desa, untuk membangun desanya.
Dengan modal kesuksesan membangun usaha di Jakarta, Langgeng semakin mantap dan dekat untuk mewujudkan impiannya dengan modal yang ia punya. Sesampainya di desanya, Langgeng membangun pariwisata Waduk yang dekat dengan desanya. Dalam waduk tersebut Langgeng ingin membuka dan mengembangan perekonomian desanya tersebut dengan menarik turis domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke desanya. Impinnya pun kini telah tercapai, Langgeng pun tersenyum manis dengan hasil yang ia dapat.
          Buku yang sangat menarik untuk dibaca semua kalangan. Ceritanya mengalir seakan pembaca mengalami berbagai problema yang melilit sang tokoh. Sang penulis mampu melihat realita yang terjadi di Indonesia. Penulis ingin menggambarkan bagaimana ia sangat mendambakan seorang pemimpin bangsa yang adil dan bijaksana. Disamping itu sang penulis menginginkan adanya pendidikan yang merata. Ia ingin memberitahukan bahwa pendidikan juga sangat diperlukan bagi orang yang tidak mampu. Melalui buku ini pula penulis menuangkan sebuah pemikiran yang sangat realita tentang masalah  politik dan ekonomi  ( dimana suap-menyuap dan korupsi bisa terjadi dimana saja dan bagaimana perjuangan seorang anak yang lahir dari keluarga tidak mampu untuk mewujudkan impiannya yaitu memajukan desa dimana ia tinggal  ). Terakhir buku ini memberitahu kita bahwa sesuatu yang dikerjakan dengan hati, kerja keras dan pantang menyerah akan membuahkan hasil yang manis. (GS-MEY)
Baca Selanjutnya »»  

Kamis, 01 Desember 2011

Walau Hujan, Kampanye di FKIP Tetap Lancar


                Pemilihan Umum Raya (PEMIRA), baik tingkat Universitas maupun Fakultas sudah di depan mata. Kamis, 01 Desember 2011 merupakan hari yang sudah ditunggu-tunggu para calon gubernur mahasiswa dan calon wakil gubernur mahasiswa (untuk seterusnya CAGUBMA dan CAWAGUBMA) FKIP UNSRI. Kamis (1/12),  merupakan hari pertama kampanye para CAGUBMA dan CAWAGUBMA dan diadakan kampanye masal yang dilaksanakan tepat di sebelah mushola FKIP.  Sebelumnya  untuk kandidat orang nomor 1 di fkip ini sudah terpilih 3 pasangan.  Pada nomor urut pertama ada pasangan Wadirin(TM’10) dan Hermansyah(PEA’10), di nomor urut kedua ada pasangan Lumantar (PKN’09) dan forta(PEA’09),   dan di nomor urut terakhir ada pasangan Zulfikar(BK’09) dan Nurul(PEA’09) . Namun sayang untuk CAWAGUBMA nomor urut 1 dan 3 tidak dapat menghadiri kampanye yang berlangsung tadi siang.
                Kampanye yang dimulai pukul 01.30 dan berakhir pukul 03.30 yang dipimpin langsung oleh ketua KPUR FKIP 2011 Rudini(TM’10). Para calon GUBMA dan WAGUBMA yang hadir dengan bersemangat mengkampanyekan visi dan misi masing-masing, mereka pun dengan lincah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada mereka baik pertanyaan dari para penonton maupun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh panelis.
                Kampanye berlangsung lancar, hujan yang turun tadi siang tidak melunturkan api semangat para calon pemimpin ini. Dari awal sampai akhir acara, hujan tak berhenti mengguyur dimana tempat kampanye berlangsung, Tidak ada satupun  dari  calon-calon pemimpin ini yang mempedulikanya, mereka tetap bersemangat untuk berorasi. (D.G)
Baca Selanjutnya »»  

Pelatihan Photoshop BEM FMIPA

                 Selasa (29/11) bertempat di gedung D6 Teater MIPA berlangsung acara pelatihan Photoshop yang diadakan oleh BEMF MIPA. Acara ini diikuti oleh kurang lebih dua puluh peserta dari berbagai Fakultas di UniversitasSriwijaya. Pemateri dalam pelatihan ini adalah Jonizar , salah satu alumni FMIPA 2010.
                Acara yang dimulai pukul 14.30 wib hingga pukul 16.00 wib ini dimulai dengan kata sambutan dari ketua pelaksana, Andre Haryanto (Mtk’10) dan dilanjutkan sambutan dari kadepInfokom BEMF MIPA, Harry Prasetyo (Kelautan’09). Seluruh peserta terlihat sangat atantusias dalam pelatihan ini.
                Acara ini diadakan sebagai salah satu program kerja dari Departemen Infokom BEMF MIPA. Saat ditanya harapan setelah berlangsungnya acara ini, Andre berharap para peserta dapat lebih mengenal dan memahami  Photoshop, agar dapat memanfaatkan software ini secara maksimal. Terutama bagi mereka yang bernaung dalam organisasi, karena pembuatan media promosi acara-acara baik dalam bentuk pamflet ataupun poster kebanyakan menggunakan software ini. (Jan)
Baca Selanjutnya »»  

PEMUDA… AYO GEBER KREATIFITAS LOE.!!

Oleh : Fenty (GS 09)

            Harus diakui pemuda merupakan pusat perhatian dan pusat kekuatan bagi semua kalangan termasuk pelaku bisnis bahkan pemimpin sebuah negara sekali pun. Fakta di Indonesia membuktikan pada era orde baru, yang dipimpin oleh presiden Soeharto yang menerapkan pemerintahan otoriter sangat membuat resah masyarakat Indonesia dan saya rasa kalian para pembaca tulisan ini sudah mengetahui siapa yang menurunkan tahta kepresidenan Soeharto yang mencapai 32 tahun itu. Jawabannya adalah sekumpulan pemuda. Satu lagi fakta yang ingin saya ungkapkan ditulisan ini yaitu kebanyakan sasaran produk, baik itu kebutuhan pangan maupun kebutuhan sehari-hari memanfaatkan kaum muda sebagai sasaran utama produk mereka.
            Yang mesti saya pastikan kepada para pembaca, apakah Anda mengetahui atau bahkan menyadari hal tersebut?!. Pastinya saat ini saya ingin merubah mindset pemuda-pemudi Indonesia yang apabila diperhatikan hanya membeli produk-produk tersebut tanpa memikirkan apakah produk tersebut memang benar menguntungkan seperti kata iklannya atau justru kita cuma dibodohi dengan iklan itu saja untuk menguntungkan pihak perusahaan yang bersangkutan. So, saran saya jangan cuma jadi konsumen yang terbual dengan iklan tapi jadilah konsumen yang pintar bilaperlu membuat produk sendiri dengan mencontoh berbagai produk yang banyak tersebar di pasaran. Laksanakan.!!
            Bahkan yang jauh lebih penting, pemuda menjadi tolak ukur atau barometer seberapa berpengaruhnya suatu negara di mata dunia. Jadi saya rasa penjelasan diatas sudah cukup membantu Anda membayangkan, betapa dahsyat dan luar biasanya kekuatan pemuda. Sepakaatt..?! hmm .. tidak perlu banyak komentar, saya hanya butuh anggukan iya kamu dari kata sepakat diatas.he
            Lalu apa hubungannya pemuda dengan kreatifitas?? Yak.. kami butuh orang yang kritis dan langsung menangkap keterkaitan isi bacaan dan judul yang diangkat. Mari kita bahas. Hubungan keduanya bisa langsung kita simpulkan apabila para pembaca sekalian sudah pernah membaca tulisan saya yang berjudul misteri otak kanan(golongan minoritas). Tetapi baiklah saya akan sedikit membuka misteri otak kanan. Otak kanan erat kaitannya dengan kreatifitas. Bila dikaitkan dengan fakta yang sering terjadi, orang yang memiliki kreatifitas tinggi dengan orang yang tidak mau mengasah kreatifitasnya sangat berbeda dari kehidupan sehari-harinya untuk mencapai kesuksesan. Sebagai contoh, orang yang memiliki kreatifitas tinggi akan mempunyai rencana ataupun mapping kehidupannya untuk mendekati cita-cita yang mereka mimpikan.
            Ingatkah Anda dengan kutipan di misteri otak kanan, sadarkah Anda akan rambu-rambu di jalan raya yang bertuliskan, “Gunakan lajur kanan untuk mendahului”. Entah terlintas di benak Anda atau tidak, rupa-rupanya untuk meraih kesuksesan, perintah tersebut juga berlaku seratus persen. Jelasnya, “Gunakan otak kanan untuk mendahului pesaing”.
            Untuk itu pentingnya pemuda, terutama mahasiswa yang memiliki kesempatan kurang lebih empat tahun untuk menggeber kreatifitas atau istilah lainnya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam mengembangkan kreatifitas selama duduk di bangku kuliah dan sebelum terjun langsung ke masyarakat. Salah satunya menulis seperti yang saya lakukan, disini saya mencoba untuk mengasah kreatifitas yang ada pada diri saya lewat tulisan. Hah.. pasti Anda berpikir semua orang bisa membuat tulisan seperti ini. Cuman taukah kamu apa yang beda dari cara menulis saya dan tulisan orang lain??. Disini saya cuma mempraktekkan alur pikiran golongan minoritas yang sangat kreatif, intuitif, imajinatif, impulsive (tidak terencana), difus (tidak fokus), dan lateral (tidak berurut).
            Saya ingin merubah mindset masyarakat untuk gemar membaca yaitu salah satunya dengan mengubah kebiasaan tulisan yang bersifat formal dan membosankan untuk dibaca tapi tetap memiliki pengetahuan berupa fakta yang mungkin orang lupa atau belum mengetahuinya. Dan Anda pun bisa melakukannya apabila Anda saat ini sudah tau apa yang menjadi hobi atau kesukaan dalam diri Anda. Karena saya yakin dengan rasa suka tersebut Anda akan melakukan aktifitas anda dari dalam hati dan melakukannya dengan total. Sehingga terbentuklah sebuah karya luar biasa dari diri Anda. Tapi satu hal yang mesti Anda ingat, kreatifitas itu harus tetap dilakukan agar kita beda dengan orang lain.
             Ajakan terakhir saya untuk teman-teman pemuda-pemudi di Indonesia, yok kita geber kreatifitas dimulai dengan melakukan apa yang kamu suka agar kita termasuk ke dalam golongan minoritas diantara kebanyakan golongan mayoritas saat ini.(fen)
Baca Selanjutnya »»  

Edsavaganza 2nd


Let's join one of the biggest English competitions around Sriwijaya university. EDSAVAGANZA the 2nd. This competition is opened for all Unsri's Students



Baca Selanjutnya »»