Sabtu, 19 November 2011

Kembali ke Masyarakat Bersama BEMFKIP

GS. BEMFKIP UNSRI minggu kemarin telah melaksanakan “BATRAI” (Basic Training) untuk mahasiswa yang ingin bergabung dengn BEMFKIP. Ada yang beda dari batrai tahun ini dengan batrai –batrai sebelumnya. Mengapa? Karena batrai BEMFKIP tahun ini sedikit mengadopsi sebuah acara reality show yaitu “Jika Aku Menjadi”. Mahasiswa yang mencalonkan diri untuk bergabung dengan BEMFKIP harus ikut serta dalam kegiatan ini. Bertempatkan di sebuah desa perbatasan yang terdapat di kecamatan inderalaya utara yaitu desa Pulau Kabal, di sinilah peserta batrai diwajibkan untuk turut merasakan kehidupan masyarakat yang ada di desa ini selam 3 hari, terhitung sejak hari Jumat 11 november – minggu 13 november. Para peserta di bagi perkelompok dan tinggal di rumah-rumah masyarakat sekitar.
     Tiga hari tinggal di rumah masyarakat sekitar, peserta dituntut untuk menemukan permasalahan-permasalahan di desa ini, mulai dari sengketa lahan, minimnya fasilitas pendidikan, akses jalan yang sulit di lewati dsb. Tidak hanya mencari masalah yang ada, peserta juga harus bisa menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalh yang ada. Untuk itu di hari terakhir berada di desa ini, peserta telah menyiapakan sebuah acara “seminar desa” yang mengundang pejabat pemerintahan dan satu anggota dewan. Disinilah peserta dan masyarakat bersatu berdialog dengan pejabat dan anggota dewan untuk menyuarakan dan menuntut hak-hak mereka. Seminarpun berlangsung lancar walau sempat agak sedikit memanas.
     Suasana sedih terlihat tatkala para peserta hendak berpisah dengan keluarga baru yang telah merak dapatkan sebelumnya. “saya sedih harus berpisah dengan keluarga ini, keluarga yang baik dan ramah” ujar salah seorang peserta yang tampak sedih usai berpisah dengan keluarga barunya. Memang, masyarakat sekitar yang meyoritas orang jawa sangatlah ramah. Keramahan masyarakat yang mungkin jarang kita temukan di kota-kota besar seperti Jakarta, dan palembang.
     Ditanyai mengenai latar belakang acara ini, yayan selaku ketua pelaksana mengatakan, ”kita sebagai mahasiswa harus berperan aktif, tidak hanya di kampus kita aktif, tapi di luarpun kita harus aktif, lihat sekitar kita, lihat lingkungan kita, siapa lagi yang akan menolong mereka kalau bukan kita sebagai mahasiswa sang agen perubahan. Ingatlah tri dharma pendidikan 1.pendidikan 2.penelitian dan pengembangan dan 3.pengabdian pada masyarakat. Ini merupakan wujud nyata kami dalam pengabdian pada masyarakat sebagai aktifis BEMFKIP UNSRI. HIDUP MAHASISWA!!!”. (D.G)  


Foto bersama para peserta batrai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentar anda