Sabtu, 24 Desember 2011

PPLH Universitas Sriwijaya Ikut Serta Bulan Tanam Nasional

             GS. Rabu (21/12) Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Sriwijaya mengadakan kerja sama dengan KDO PERTAMINA dan FSE ( Formasi Sumber Energi ) dalam acara Bulan Menanam Nasional. Dalam acara tersebut, pihak PPLH diwakili oleh salah satu dosen pertanian Prof.Dr.Ir.Erizal serta beberapa mahasiswa fakultas pertanian jurusan Agroekoteknologi.
            Acara ini merupakan kegiatan menanam 250 pohon di lokasi pertambangan minyak bumi di daerah Payaraman kecamatan Tanjung Batu. Untuk sampai ke lokasi kegiatan, perjalan yang ditempuh cukup susah karena kendala jalan yang masih belum diaspal. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan agar lingkungan tetap seimbang walau manusia melakukan kegiatan pertambangan dan pertanian, karena banyak sekali dampak yang ditimbulkan seperti kebakaran lahan, banjir, longsor, erosi, dan lainnya apabila tidak memerhatikan lingkungan sekitar.
            Saat diwawancarai, Arif salah satu mahasiswa Agroekoteknologi 2009 mengaku antusias dalam mengikuti acara ini.
 “Mahasiswa unsri mendukung penuh sekali acara ini karena hal kecil yang kita lakukan dapat memberi manfaat besar bagi kehidupan makhluk hidup.
Selain mahasiswa mendukung penuh acara tersebut warga setempat pun ikut antusias mengikuti acara menanam pohon.
”Saya mengucapkan banyak terima kasih atas keikutsertaan acara ini dan sebagai perwakilan warga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya“ ujar kades setempat.(rif)


foto bersama para peserta Bulan Tanam Nasional
Baca Selanjutnya »»  

Pengemis Masuk Kampus , Keamanan Kampus Dipertanyakan ?

            GS. Jum’at (23/12) siang, Universitas Sriwijaya telah dimasuki pengemis yang berkeliaran disekitar ruang kuliah zona C fakultas pertanian. Pengemis tersebut berkeliling dari kelas ke kelas meminta-minta uang dengan mahasiswa disana.
            Saat ditanyai mengapa pengemis itu masuk kampus ia hanya menjawab “untuk mencari makan ujar pengemis tersebut. Padahal mengemis perbuatan yang tidak baik kecuali benar-benar orang tersebut sudah tidak mempunyai daya dan upaya dalam kehidupannya mencari nafkah untuk hidup.
            Peristiwa masuknya pengemis ke kampus menjadi pertanyaan besar mengapa kampus yang mempunyai aturan dan sistem keamanan yang sedemikian rupa tersusun dapat lalai mengendalikan orang asing berkeliaran di area kampus. Padahal pengemis dan orang asing di larang masuk kecuali ada izin dari petugas keamanan. Hal ini dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar mahasiswa dan juga mencemari lingkungan kampus karena kampus merupakan tempat untuk mencari ilmu.(arif)
Baca Selanjutnya »»  

Kamis, 22 Desember 2011

Prof. Badia Perizade : “Ini Pengalaman Pertama Saya Naik Kereta Menuju Kampus”

Prof. Badia Perizade saat menunjukkan tiket kereta bersama salah seorang wisudawati dan wali mahasiswa di ruang tunggu stasiun Kertapati



           GS. Kemacetan total yang terjadi di sepanjang jl. Raya Palembang-Prabumulih pada Kamis (22/12) pagi membuat rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Badia Perizade MBA beserta para jajarannya menggunakan alat transportasi alternatif Kereta Api menuju kampus Indralaya. Hal ini dilakukan untuk efisiensi waktu karena beliau akan menghadiri wisuda ke-101 Universitas Sriwijaya di kampus Indralaya
            Saat diwawancarai, beliau menuturkan bahwa hal ini telah dikoordinasikan dengan pihak dishub agar dapat mengangkut seluruh penumpang yang terjebak macet menuju indralaya.
“Tadi pagi saya mendapat info bahwa jalan menuju indralaya macet total karena adanya truk batubara yang terbalik. Untuk itu saya meminta ibu Dewi (salah satu staf unsri.red) untuk berkoordinasi dengan Dishub agar menyediakan kereta tambahan menuju kampus indralaya, supaya dapat mengangkut para mahasiswa, serta para jajaran Unsri dan wisudawan yang akan menghadiri acara wisuda ke-101 Universitas Sriwijaya.” Tutur beliau.
            Dishub Kota Palembang, Bapak Nilwan menjelaskan bahwa jumlah gerbong yang diberangakatkan menuju indralaya telah ditambah sebanyak 8 buah, sehingga seluruhnya berjumlah 10 gerbong.
“Kami telah mempersiapkan 10 gerbong pada hari ini, lebih banyak 8 gerbong dari pada hari-hari biasa. Gerbong tersebut terdiri dari 7 gerbong Bisnis, 1 Ekonomi, dan 2 Seruni.”
            Ada hal yang menarik didalam kereta yang diberangkatkan dari stasiun Kertapati pada pukul 9.45 wib tersebut. Saat wartawan Gelora Sriwijaya berkesempatan berbincang dengan ibu rektor selama perjalanan menuju kampus Indralaya, beliau mengungkapkan bahwa ini adalah perjalanan pertamanya menuju kampus dengan menggunakan kereta.
“Wah, ini pengalaman pertama saya naik kereta api menuju kampus. Dan saya juga mau dong menikmati angin sepoi-sepoi dari dalam kereta.” Tutur beliau sambil bercanda bersama wartawan GS.
            Perjalanan selama 30 menit tersebut juga sempat dimanfaatkan oleh salah seorang dosen FKIP Biologi, Ibu Tasmania Puspita untuk berpantun kepada rektor dan jajarannya.
“22 Desember hari ibu, naik kereta ke Indralaya. Jika Unsri ingin maju, Kereta langsung ke kampus kita.” Begitulah isinya.
Spontan ibu Badia beserta para penumpang lainnya memberikan tepuk tangan meriah setelah Ibu Tasmania membacakan pantunnya.
            Ketika disinggung soal jadwal dimulainya acara wisuda yang tertunda akibat macet, Ibu Badia menjelaskan bahwa wisuda akan tetap dilaksanakan dan akan dimulai ketika beliau tiba di kampus nanti.
        Kereta tersebut tiba di stasiun Indralaya pada pukul 10.15 wib dan Rektor beserta para jajarannya langsung menuju auditorium Unsri untuk memulai acara wisuda.(hdi)

GALERI FOTO
BY : hadi (GS.doc)

Rektor Unsri beserta para jajarannya saat akan memasuki Kereta tujuan Indralaya


Suasana saat para penumpang memasuki gerbong-gerbong kereta


Prof. Badia Perizade sedang asik berbincang didalam kereta


Para jajaran Universitas Sriwijaya


Prof. Badia Perizade bersama Ibu Dewi, yang mengkoordinir kereta kepada Dishub

Baca Selanjutnya »»  

Palembang-Inderalaya Macet, Wisuda UNSRI ke-101 diundur


            (GS) Hari ini, 22 desember 2011 terjadi kemacetan yang luar biasa di jalan Palembang-Inderalaya. Kemacetan ini terjadi sejak dini hari, di sebabkan oleh adanya dump truk batu bara yang rusak, tepatnya di kawasan Karyajaya. Hingga siang hari kemacetan masih terjadi, kemacetan ini terjadi belasan kilometer jauhnya.
            Dari data yang di dapat dari sopir bus yang menuju inderalaya kemacetan ini dimulai dari Terminal Karyajaya hingga Indralaya, begitupun juga sebaliknya. Mereka mengeluhkan kondisi tersebut karena aktivitas mereka menjadi terganggu.
            Selain itu banyak sekali mahasiswa UNSRI yang tidak dapat kuliah dikarenakan macet yang sangat parah, banyak juga mahasiswa yang tidak mau meyerah dan tetap berusaha untuk pergi kekampus, melalui kendaraan aternatif yaitu kereta api. Mendadak stasiun kereta api kertapati pun dipenuhi mahasiswa.
            Tidak hanya mahasiswa Rektor UNSRI sekaligus Dekan-dekan UNSRI dan Dosen-dosen UNSRI pun memilih kereta api untuk bisa mengantarkan mereka ke kampus di Inderalaya.Di sana-sini pun terlihat banyak orang menggunakan pakaian searjana lengkap dengan Toganya. Ya, hari ini merupakan Hari wisuda UNSRI yang ke-101, banyak wisudawan-dan wisudawati yang ikut mengantri tiket kereta api, demi hari yang telah ditunggu-tunggu oleh mereka. Untunglah, Acara wisuda diundur, yang seharusnya mulai pukul 08.30, menjadi Pukul 11.00. (D.G)

foto : Didik Rahmad Amin
Baca Selanjutnya »»  

Jalan Macet Total, Ribuan Mahasiswa Unsri Turun ke Jalan

            GS. Kamis (22/12/2011), suasana di sepanjang jalan raya Palembang-Prabumulih KM.6-32 antara pukul 7-10 pagi dipenuhi ribuan mahasiswa Unsri yang berjalan kaki, baik kearah Palembang maupun Indralaya. Para mahasiswa tersebut merupakan penumpang bus jurusan indralaya yang turun ditengah perjalanan menuju kampus. Hal ini dipicu karena jalan Raya Palembang-Prabumulih mulai dari terminal karyajaya hingga KM.32 macet total.
            Ratih, salah satu mahasiswi fakultas teknik unsri menjelaskan bahwa ia rela berjalan kaki dari KM.8 menuju stasiun kertapati karena sedang ada ujian di kampus.
“saya bersama teman-teman memilih turun dari bis, soalnya terjebak macet dan udah satu jam bisnya gak bergerak, lagi pula hari ini ada ujian. Walaupun lelah tapi gak apa-apa, mahasiswa lain juga begitu, jadi sekalian aja jalan rame-rame”.pungkasnya.
            Bukan hanya mahasiswa, pemandangan di sepanjang jalan tersebut juga dihiasi oleh para pejalan kaki yang mengenakan pakaian toga. Mereka adalah para mahasiswa unsri yang akan mengikuti wisuda. Dimana pada hari ini juga bertepatan dengan wisuda unsri ke 101. Para calon wisudawan tersebut rela berjalan kaki untuk kembali menuju stasiun demi mengikuti jalannya acara wisuda. Bahkan tidak sedikit wisudawan yang berjalan kaki langsung menuju kampus.

            Penyebab kemacetan sendiri hingga saat berita ini ditulis masih simpang siur. Menurut Ahmad, salah seorang penjual es yang sedang berada dilokasi menuturkan bahwa kemacetan terjadi karena adanya kayu-kayu dari truk pengangkut kayu yang lepas dan berhamburan menutup jalan.
“beberapa kilo dari pintu gerbang Kab.OI ada kayu yang menghalangi jalan mas, jadi macet”. Ungkapnya.(hdi)
Baca Selanjutnya »»  

Selasa, 20 Desember 2011

Aksi Sosial : Koin dan 1000 Tanda tangan

          GS. Selasa (20/12/2011) Mahasiswa Fisip melakukan aksi sosial turun ke jalan. Aksi yang dimotori oleh gubma Fisip Prima dan Haikal fisip 2008 ini bertujuan utuk memprotes pemerintah yang terkesan lamban dalam menangani kasus-kasus di Indonesia yang sedang hangat seperti kasus mesuji, sondang, dan kasus papua.
            Peserta aksi tergabung dari beberapa organisasi dan UKM yang ada di Fisip antara lain waki, fordis, bemf, dan dpmf. Mereka beraliansi meminta koin ke semua mahasiswa kampus dan juga seribu tanda tangan di seluruh fakultas. Haikal Fisip 2008 saat diwawancarai mengatakan “aksi sosial yang kami lakukan ini sebagai gamparan untuk pemerintah agar dapat menuntaskan kasus-kasus mesuji, bunuh diri sondang, dan kasus papua”.
            Lanjutnya Haikal menjelaskan bahwa hasil dari aksi ini akan diberikan langsung ke pemerintah sebagai simbol bahwa pemerintah harus lebih sadar dan sigap dalam menangani kasus-kasus tersebut karena di lihat dari kasat mata sekarang ini kasus-kasus baru ini berjalan dengan lambat penuntasannya dan juga tidak menutup kemungkinan kasus yang mencuat lambat laun akan tenggelam.
Aksi ini menjadi pembelajaran untuk seluruh mahasiswa unsri agar lebih peka dan kritis akan kinerja pemerintah dalam mengatasi kasus-kasus di Indonesia.” ujar agung Agroekoteknologi 2009.(arif)

Salah seorang mahasiswa sedang memberikan tandatangan


Baca Selanjutnya »»  

Kongres Mahasiswa Ke-X, Dihadiri Kurang dari Setengah Peserta

GS. Jum’at lalu pada tanggal 16 Desember 2011 telah diadakan kongres mahasiswa yang ke-X Universitas Sriwijaya di gedung Lembaga Pengabdian Masyarakat. Kongres mahasiswa ini diadakan selama dua hari, 16-17 Desember 2011. Kongres mahasiswa ini diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Sriwijaya.
Acara ini turut mengundang seluruh Himpunan Mahasiswa Jurusan, Badan Organisasi, Badan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa dan DPM Jurusan yang ada di Universitas Sriwijaya, dimana setiap organisasi maupun himpunan mengirimkan dua orang sebagai utusannya. Yaitu sebagai peserta penuh (utusan yang wajib mengikuti kongres hingga usai) dan peserta peninjau.  Kongres mahasiswa ini juga turut mengundang pihak rektorat yang diwakili oleh Pembantu Rektor-III Bapak Dr.Ir.Anis Saggaff, MSCE yang sekaligus membuka acara kongres mahasiswa ini.
Kongres mahasiswa berlangsung sejak pukul 10.00 WIB dengan diawali tilawah Alqur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa serta kata sambutan oleh ketua pelaksana yaitu Dian M. Selain itu juga ada kata sambutan oleh sdr. RM. Arief selaku ketua DPMU. Selanjutanya acara dilanjutkan dengan sidang pleno yang telah dirancang pada agenda acara. Pada kongres mahasiswa ini membahas mengenai  AD-ART KM Unsri, GBHPKO, LPJ BEM UNSRI 2010-2011, Pelantikan dan penetapan  Presma dan Wapresma BEM Unsri 2011-2012 dan hal-hal lainnya.
Namun ada hal yang patut disayangkan, kongres mahasiswa ini  merupakan acara besar yang harusnya dihadiri oleh seluruh perwakilan mahasiswa baik dari himpunan jurusan, badan eksekutif, badan organisasi maupun unit kegiatan mahasiswa. tapi sayangnya tidak seluruh perwakilan tersebut mengirimkan utusannya sehingga banyak terlihat lebih dari setengah bangku kosong. Padahal pihak penyelenggara telah memilih hari yang tepat agar tidak berbenturan dengan perkuliahan yaitu Jum’at dan Sabtu dimana perkuliahan biasanya tidak terlalu padat.
Pihak penyelenggara sendiri sangat menyayangkan sedikitnya peserta yang menghadiri kongres ini. Padahal, dengan adanya kongres mahasiswa ini sebagai acara yang sangat penting, setiap mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya serta saling berbagi mengenai permasalahan-permasalahan yang ada selama ini di lingkungan organisasi serta mencari solusi dan perpecahan masalahanya. Namun hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan keadaan yang sebenarnya.
Panitia beharap untuk ke depannya, mahasiswa akan lebih aktif dalam mengikuti kegiatan semacam ini. Karena kemajuan suatu Lembaga tidak terlepas dari suara-suara yang disampaikan kepada lembaga tersebut dalam hal ini suara mahasiswa sangat dibutuhkan.(via)
Baca Selanjutnya »»